Rabu, 15 Agustus 2012

DESA KETAPANG INGIN MANDIRI


DESA KETAPANG MANDIRI
(MAKMUR, AMAN, DISIPLIN DAN RELIGIUS)



DESA KETAPANG MANDIRI (makmur, aman, disiplin, dan religius); sebuah cita-cita, harapan, dan impian yang ingin diwujudkan. Desa yang tidak sebatas menjadi tempat hidup (tinggal), namun sebuah desa yang menjadi tempat hidup dan penghidupan bagi masyarakatnya (penghuninya).
1.      MAKMUR
Masyarakat Desa KETAPANG yang makmur bukan berarti masyarakat yang sama rata dan sama kaya karena sama rata dan sama kaya tidak mungkin terjadi. Sudah menjadi sunnatullah bahwa akan selalu ada perbedaan keadaan seseorang, di mana pun dan kapan pun, di dunia ini.
Masyarakat yang makmur adalah masyarakat yang hidupnya proporsional. Perbedaaan yang tampak tidak akan mendatangkan kecemburuan sosial, melainkan justru sebaliknya, akan menghasilkan kasih sayang karena saling membantu satu sama lain.
Orang kaya yang makmur adalah orang yang tidak memamerkan kekayaan. Dengan begitu ia tidak menyakiti hati orang miskin. Orang kaya yang makmur adalah orang yang tidak memperdayai dan mengekploitasi orang lemah untuk semakin memperkaya dirinya. Orang kaya yang makmur adalah orang yang sadar bahwa kekayaannya hanyalah titipan Allah semata sehingga gaya hidupnya proporsional, meraba keadaan dan perasaan masyarakat di sekitarnya. Orang kaya yang makmur adalah orang kaya yang memanfaatkan kekayaannya untuk memberdayakan lingkungannya sehingga ia menjadi pribadi bermanfaat yang dicintai masyarakat.
Begitu pula orang yang memiliki keterbatasan materi, namun memiliki jiwa yang makmur, sehingga hidupnya akan dijalaninnya dengan tetap menjaga harga dirinya untuk tidak meminta-minta, mau bekerja keras dengan cerdas, dan tidak ada rasa dengki sedikit pun terhadap orang yang diberi kekayaan lebih dari dirinya.
2. AMAN
Keindahan, kemuliaan, kesehatan, ketenteraman, dan kehormatan tidak pernah singgah kepada sesuatu wilayah yang tidak aman. Begitu pula jikalau Desa KETAPANG tidak aman, tidak ada gunanya bangunan yang megah, program yang muluk, dan keinginan yang banyak, sehingga mutlak kuncinya adalah keamanan. Aman dari apa saja?
1.       Aman dari kemusyrikan. Diharapkan masyarakat desa ini betul-betul menjadi masyarakat yang memiliki keyakinan yang benar kepada Allah Swt., berakal sehat, dan memiliki iman yang kokoh, yang terbukti dari perilaku akhlak yang baik.
2.       Aman dari kemaksiatan. Sungguh pedih hati, merah telinga, andaikata orang yang ingin berbuat nista yang diingat adalah suatu tempat di wilayah desa ini. Tidak pernah ada kehormatan dan keberkahan bagi tempat berlumur maksiat. Oleh karena itu, mari jungjung tinggi kehormatan masyarakat Desa KETAPANG dengan menjadikan desa ini sebagai desa yang aman dari kemaksiatan.
3.       Aman dari kebusukan hati. Warga desa yang tidak sombong, tidak gemar riya dan pamer, tidak diselimuti kedengkian satu sama lain, bahkan senang berkasih sayang akan membuat desa ini aman, nyaman, dan disukai.
4.       Aman dari Korupsi. Korupsi adalah kejahatan yang amat keji sehingga melumpuhkan perekonomian, menutup lapangan kerja, dan memiskinkan masyarakat.

3.       DISIPLIN
Tidak ada kesuksesan tanpa kedisiplinan dan ketaatan. Sungguh hanya mimpi jika rindu kebahagiaan, tapi menjalani kehidupan dengan tidak tertib. Lihatlah kondisi jalan yang semrawut, PKL yang kurang tertata, pengguna jalan yang semau gue, dan banyak hal lainnya yang membuat pusing tujuh keliling, dan menjadikan ketidak-nyamanan yang merupakan buah dari ketidak-disiplinan.
Oleh karena itu, bila ingin menjadikan tempat tinggal nyaman, aman, dan tenteram, setiap penghuninya harus berupaya keras untuk menjadi penghuni yang tertib menjaga kedisiplinan, yaitu:
·         Disiplin terhadap Allah. Diharapkan masyarakat Desa KETAPANG menjadi masyarakat yang religius dan ahli ibadah, sehingga tercermin dari pribadi masyarakatnya yang senantiasa terpelihara dari perbuatan keji dan munkar. Kedisiplinan masyararakat kepada Allah akan tampak dari akhlaknya sehari-hari. Kemampuan menjaga diri dari perbuatan tercela menjadi bukti masyarakat yang disiplin terhadap Allah.
·         Disiplin terhadap atuaran lalu lintas. Lalu lintas yang disiplin akan membuat penghuni desa menikmati keberadaan desa yang masih terbatas fasilitasnya.
·         Disiplin membayar pajak. Mudah-mudahan akan menjadikan pembangunan Desa KETAPANG lebih lancar.
·         Disiplin terhadap aturan kehidupan kemasyarakatan. Hal ini diharapkan dapat menjadikan masyarakat yang tertib serta bisa menikmati dan merasakan kesuksesan bersama.
Akan tetapi, kunci dari semua kedisplinan ini harus diawali dengan keteladanan dari para pemimpin, para tokoh, dan para orang tua di Desa KETAPANG. Kedisiplinan akan tegak bila diawali dengan keteladanan. Tiada disiplin tanpa keteladanan, di samping pembinaan yang sistematis.
Dan yang tak kalah pentingnya adalah upaya penegakan hukum yang adil dan konsisten. Untuk itu, masyarakat Desa KETAPANG harus berjuang bersama agar Desa KETAPANG menjadi desa yang hukumnya/aturan-aturannya ditegakkan dengan adil dan konsisten.

2.      RELIGIUS
Kehormatan dan keberkahan suatu tempat tidak mungkin terwujud jika tempat tersebut berlumur kemaksiatan. Jangan harap meraih kenyamanan, keamanan, dan ketenteraman bila kemaksiatan tumbuh subur dan memperoleh tempat aman. Mungkinkah betah tinggal di desa yang masyarakatnya berakhlak buruk?
Mungkinkah betah tinggal di desa yang senantiasa dihiasi dengan perbuatan-perbutan keji dan munkar? Jawabannya tentu : TIDAK!!!
Terjadinya kemaksiatan merupakan buah dari dicampakkannya nilai-nilai, norma, semangat, dan kaidah agama dalam kehidupan masyarakat. Betapa mengerikan kondisi Desa KETAPANG bila kemaksiatan merajalela di setiap tempat di wilayah Desa KETAPANG. Akan tetapi, hal tersebut tidak mungkin terjadi bila masyarakat Desa KETAPANG senantiasa memelihara diri dari perbuatan keji dan munkar yang merupakan pencerminan dari pribadi masyarakat yang ahli ibadah dan religius.
Masyarakat Desa KETAPANG diharapkan menjadi masyarakat yang religius dan ahli ibadah. Suatu kondisi kehidupan desa, dimana setiap pelaksanaan aktivitas kehidupannya senantiasa dijiwai, diwarnai, diruhi, dan dipedomani oleh nilai-nilai, norma, semangat, dan kaidah agama (khusunya Islam yang diyakini dan dianut serta menjadi karakter dan identitas masyarakat Desa KETAPANG).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar