KHUTBAH JUM’AT :
"Meneladani Rasulullah SAW: Merawat Kemerdekaan
dengan Syukur dan Persatuan"
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلّٰهِ. الْحَمْدُ لِلّٰهِ
الَّذِي هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ .أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الصَّادِقُ
الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ .اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى
يَوْمِ الدِّيْنِ .أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ
وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى
فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، يَا
أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ
إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
--- Melalui
mimbar yang mulia ini, saya berwasiat khusus untuk diri saya pribadi dan kepada
jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah
SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
--- Bulan ini
kita berada pada dua momen istimewa yang sangat membahagiakan:
1.
Peringatan
Kemerdekaan Republik Indonesia,
nikmat bebasnya bangsa kita dari penjajahan.
2.
Peringatan
Maulid Nabi Muhammad SAW, momen
kelahiran manusia mulia yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Dua
momentum ini menyampaikan satu pesan utama: kewajiban untuk bersyukur.
Kemerdekaan bangsa adalah nikmat fisik dari Allah SWT, sementara kehadiran
Rasulullah SAW adalah nikmat spiritual yang membebaskan jiwa manusia dari
kegelapan jahiliyah.
Mengenai
pentingnya bersyukur atas nikmat-nikmat ini, Allah SWT telah mengingatkan dalam
Al-Qur'an:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ
شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.'" (QS. Ibrahim:
7)
Salah
satu wujud nyata dari rasa syukur atas nikmat kemerdekaan ini adalah dengan
mencintai tanah air dan menjaga persatuannya. Sifat cinta tanah air ini
diteladankan langsung oleh Rasulullah SAW. Sahabat Anas bin Malik RA
meriwayatkan:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ، فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ
الْمَدِيْنَةِ، أَوْضَعَ نَاقَتَهُ، وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ
حُبِّهَا
Artinya:
"Rasulullah SAW apabila kembali dari bepergian jauh dan melihat
dinding-dinding kota Madinah, beliau mempercepat jalan untanya; dan jika
menunggangi hewan lain, beliau menggerakkannya karena cintanya kepada
Madinah." (HR. Bukhari)
Cinta
beliau kepada tanah air tidak hanya diwujudkan dengan perasaan, tetapi juga
dengan tindakan nyata merawat persatuan. Ketika hijrah ke Madinah, Rasulullah
SAW tidak hanya membangun masjid, tetapi juga menyatukan berbagai suku, ras,
dan agama yang sebelumnya rentan berkonflik. Beliau merumuskan Piagam
Madinah—sebuah konsensus bersama untuk saling menjaga, menghormati, dan bekerja
sama menciptakan masyarakat yang aman serta adil. Teladan inilah yang ditegaskan kembali oleh
para ulama pendiri bangsa kita, seperti Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari.
Beliau menegaskan prinsip Hubbul Wathan minal Iman—bahwa mencintai dan membela
tanah air adalah bagian tak terpisahkan dari keimanan
Lantas,
bagaimana kita meneladani Rasulullah SAW dalam mengisi kemerdekaan saat ini?
1.
Menjaga
Kerukunan dan Silaturahmi: Hindari
prasangka buruk, penyebaran hoaks, dan ujaran kebencian. Jadikan sesama warga
sebagai saudara dalam kebaikan.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Sesungguhnya
orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua
saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat
rahmat."
2.
Bekerja
dan Berkarya dengan Jujur: Setiap
profesi yang kita jalani—baik petani, pedagang, pegawai, nelayan, guru, atau apapun itu pekerjaanya—lakukanlah dengan niat ibadah dan integritas demi kemajuan
bangsa.
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ
أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai jika seseorang di
antara kamu melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan (tekun,
teliti, dan profesional)." (HR. Al-Baihaqi)
3.
Mendidik
Generasi Muda dengan Akhlak Mulia:
Tanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan tanah air kepada anak-cucu kita,
agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang santun dan bermanfaat.
--- Marilah kita
jadikan momentum Kemerdekaan dan Maulid Nabi Muhammad SAW ini untuk mempererat
persaudaraan dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga Allah SWT membimbing kita menjadi hamba-Nya yang pandai bersyukur dan
berkontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ،
فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلّٰهِ. الْحَمْدُ لِلّٰهِ
حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ .أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، سَيِّدُ
الْبَشَرِ . اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا
مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ .أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ
تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ،
وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ .فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ
عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ .اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ .اللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ .اللّٰهُمَّ احْفَظْ بَلَدَنَا إِنْدُوْنِيْسِيَّا، وَاجْعَلْهُ
بَلَدًا آمِنًا، مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ
بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ. رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ .عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ
وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ
الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ
اللهِ أَكْبَرُ.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar