Jumat, 20 Desember 2013

TEKNIK MENGUBAH POLA PIKIR (MINDSET)

UNTUK MENGUBAH POLA PIKIR TERDAPAT BEBERAPA TEKNIK, DIANTARANYA :

  1. Metode NLP = Neuro Linguistic Programming;
  2. Kontemplasi = Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique;
  3. Membangun Konsep Diri (Self Concept);
  4. Pemetaan Pikiran = Mind Mapping;
  5. Pengetahuan Hipnosis, dsb.

nlp

1. Neuro Linguistic Programming

Neuro = Syaraf Otak/Pikiran lewat panca indera (penglihatan, pendengaran, pencecap rasa, penciuman, perasa sentuhan).
Linguistic = Bahasa Pikiran.
Programming = Pemrograman (Ulang) Pikiran.
NLP adalah : Suatu Cara Untuk Menyaring berbagai pengalaman atau hal-hal yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari melalui Lima Indera.

BAHASA DAN PEMOGRAMAN PIKIRAN

Pikiran Sadar mempunyai empat fungsi utama :
  1. Mengidentifikasi informasi yang masuk, melalui panca indra, penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecap, sentuhan/perasaan;
  2. Membandingkan, dengan data base (referensi, pengalaman, dan informasi dalam pikiran bawah sadar);
  3. Menganalisis, merinci informasi menjadi komponen yang lebih kecil;
  4. Memutuskan respon atau tindakan yang akan diambil terhadap informasi yang masuk.
Bahasa Pikiran Bawah Sadar : (Sandy Mac Gregor, 2005)
  1. Pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan.
  2. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “positif”, tidak mengenal kata “negatif” seperti : tidak, jangan, dsb. Contoh : “jangan jatuh” , ganti dengan “pertahankan tetap berdiri”.
  3. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata sekarang atau saat ini (present tense), tidak mengenal kata besok atau lusa. Contoh : jangan katakan “besok saya akan berhenti merokok”, tapi “sekarang saya harus berhenti merokok”.
  4. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “saya”,  tidak mengenal kata: kamu, kami, kita atau mereka.
  5. Pengulangan, katakanlah berulang-ulang sampai bawah sadar mengerti pesan Anda (Ingat : pembiasaan).

PIKIRAN SADAR :

  1. Menguasai 7 ± 2 bit informasi
  2. Berpikir berurutan
  3. Logis
  4. Linier
  5. Berpikir
  6. Pengalaman sekunder
  7. Sadar
  8. Gerakan sadar
  9. Masa kini
  10. Mencoba mengerti masalah
  11. Memilih/mengarahkan tujuan
  12. Disengaja
  13. Verbal
  14. Analitis
  15. Fokus terbatas
  16. Kognitif
  17. Memproses sesudah 0,5 detik

PIKIRAN BAWAH SADAR :

  1. Menguasai 2,3 juta bit informasi
  2. Simultan/bersamaan
  3. Intuitif dan menghubungkan
  4. Sibernetik/acak
  5. Merasa
  6. Pengalaman primer
  7. Tidur, mimpi, dll
  8. Gerakan tak sadar
  9. Menyimpan informasi/Memori
  10. Mengetahui solusi
  11. Membuat tujuan tercapai
  12. Otomatis
  13. Non-Verbal
  14. Sintetis
  15. Tak terbatas, dan ekspansif
  16. Eksperiensial
  17. Memproses langsung, sebelum pikiran bawah sadar menyadari
Sandy MacGregor (2005,15) mengatakan bahwa “Accelerated Learning” (Belajar Efektif/Cepat) sesunguhnya juga berlangsung dalam konsep NLP, yaitu dengan menyederhanakan/memfo-kuskan “pancaindra” menjadi “tigaindra” yang dominan yaitu VAK : Visual= penglihatan , Auditori=pendengaran, dan inestetik=gerak,
Dengan demikian kita juga bisa memanfaatkan teknik NLP untuk meningkatan proses belajar dan hasil belajar

14 Asumsi Dasar N L P

Dalam Membentuk Pola Sudut Pandang seseorang:
  1. Menghormati cara orang lain membentuk dunianya
  2. Peta bukanlah wilayah
  3. Selalu ada maksud baik dari tiap tingkah laku
  4. Orang-orang melakukan hal yang terbaik sebatas sumber-sumber yang diketahui
  5. Tidak ada orang yang kaku, hanya komunikator yang kurang fleksibel
  6. Makna komunikasi adalah respon yang anda peroleh
  7. Seseorang dengan fleksibilitas akan mampu mengontrol dirinya
  8. Tak ada kegagalan, hanya umpan balik yang kurang tepat
  9. Setiap pengalaman memiliki struktur sendiri
  10. Manusia mempunyai dua tingkatann komunikasi : sadar dan bawah sadar
  11. Semua orang punya sumber-sumber yang cukup guna merubah diri kearah lebih positip. Sumber-sumber tsb berasal dari pengalaman masa lalu individu.
  12. Tubuh dan pikiran saling mempengaruhi
  13. Jika sesuatu mungkin bagi seseorang maka hal itu juga mungkin bagi yang lain
  14. Saya bertanggung jawab tentang pemikiran saya, Oleh karena itu saya bertanggung jawab akan hasil yang saya peroleh.

2. Kontemplasi

(Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique)
  • Mengenali tujuan (konsep diri manusia)
  • Melakukan kontemplasi
  • Mengevaluasi diri
  • Mengenali sifat baik dan buruk diri
  • Bersihkan hati (qolbu)
  • Buang sifat negatif
  • Komitmen pada sifat positip
  • Terus menerus melakukan perbaikan

Prinsip Kerja Berbasis Suara Hati

  • Berdoa saat Memulai kerja
  • Bersyukur atas segala ni’mat
  • Berfikir Positif Terhadap Allah dan terhadap sesama
  • Bekerja dunia berbasis akhirat
  • Bekerja Optimal sebelum menuntut hak
  • Konsisten dalam komitmen
  • Belajar & Terus Belajar

Proses Penjernihan Suara Hati

  • Siapkan diri dengan rileks (gelombang alpha).
  • Berdoalah, mohon kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Lakukan Kontemplasi (Perenungan/Muhasabah) :

- Evaluasi diri sejak kecil hingga saat ini.

- Kenang orang-orang yang telah berjasa dalam hidup Anda
- Temukan kesalahan/kekurangan diri
- Berjanji untuk tidak mengulangi
- Mohon ampun pada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Perbaiki kesalahan kepada orang lain dengan minta maaf.
• Perbaiki dan tingkatkan kemampuan diri (dengan memperbaiki sikap perilaku dan meningkatkan kemampuan dan prestasi) .
  • Lakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
  • Proses penjernihan hati ini dapat dilakukan setiap saat/setiap hari.
Lakukan muhasabah/perenungan diri Anda di tempat yang mendukung, misalnya tempat yang sunyi/tenang dan gelap. Galilah rekaman bawah sadar Anda dan tuliskan di kolom berikut ini!
No Jenis rekaman bawah sadar Pola pikir Negatif Pola pikir Positif
1 Kecewa karena gagal putus asa terus berusaha
2 ………………………………… ……………………….. ……………………….
3 ………………………………… ……………………….. ……………………….
4 ………………………………… ……………………….. ……………………….
5 ………………………………… ……………………….. ……………………….

3. KONSEP DIRI (SELF CONCEPT)

Semua persepsi kita terhadap aspek diri kita yang meliputi aspek fisik, aspek sosial, dan aspek psikologis, yang terbentuk karena pengalaman masa lalu kita dan interaksi kita dengan orang lain.
HAL-HALYANG MEMPENGARUHI KONSEP DIRI (bagimana kita memandang seluruh aspek diri)
  1. CITA-CITA DIRI (keinginan untuk mencapai sesuatu)
  2. CITRA DIRI (gambaran diri yang diyakini benar)
  3. HARGA DIRI (seberapa besar menilai/menghargai diri)

BAGAIMANA ANDA AKAN

MEMBENTUK KONSEP DIRI

  • Sangat ditentukan oleh sikap diri Anda sendiri. Sikap adalah kebiasaan berpikir dan oleh karenanya dapat dibentuk dan dipelajari.
  • Sikap yang baik harus terus menerus dipupuk dan dikembangkan dari waktu ke waktu dengan cara mengubah cara berpikir Anda yang lama, menjadi cara berpikir yang baru dalam memandang semua hal.
Konsep Diri PNS : PANCA PRASETYA KORPRI
Kami anggota Korps Pegawai Republik Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, adalah insan yang :
  1. Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945;
  2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara;
  3. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan;
  4. Berusaha memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia;
  5. Berjuang menegakkan kejujuran dan keadilan, serta me ningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.

Indikator Konsep Diri PNS

  • Bekerja sebagai ibadah
  • Budaya kerja efektif
  • Menghindari sikap tidak terpuji
  • Pelayan dan pengayom masyarakat
  • Sesuai aturan yang berlaku
  • Selalu meningkatkan kompetensi dengan belajar terus menerus
  • Tidak rentan terhadap perubahan
  • Terbuka dan realistis
  • Dalam bekerja mampu berpikir serba sistem
  • Bekerja profesional

Pergeseran Pola Pikir

  1. Bekerja utk uang Bekerja untuk ibadah
  2. Berpikir linier Berpikir sistem
  3. Berpikir bagian Berpikir menyeluruh
  4. Berpikir objek Berpikir hubungan
  5. Berpikir hierarkhi Berpikir jaringan
  6. Berpikir struktur Berpikir proses
  7. Pola pikir negatif Pola pikir positip

TIPS : PENGEMBANGAN POLA PIKIR

  • menentukan tujuan pengembangan diri secara jelas
  • mengenali potensi pola pikir diri, (pola pikir yang mendukung / pola pikir yang menghambat)
  • mengidentifikasi virus internal dan eksternal yang menghambat pengembangan diri.
  • berani mencoba / mengambil risiko.
  • mencari feedback secara terus-menerus.
  • belajar dari pengalaman.
  • melaksanakan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
Latihan Pergeseran Pola Pikir
No Contoh Kasus Klasifikasi berpikir
1 ………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
…………………………. 1. Respons awal :
1. Langkah2 :
1. Solusi
2 ………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
…………………………. ………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….

4. Mind Map (PEMETAAN PIKIRAN)

Adalah metode untuk membuat catatan untuk berpikir. Peta pikiran juga digunakan untuk memecahkan masalah, untuk mengingat (menghapal) dan melakukan sesuatu pada saat kita sedang berpikir atau sewaktu pikiran memasuki otak kita.

LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT MIND MAP :

  1. Tulislah masalah yang akan Anda pecahkan dalam bentuk lingkaran atau pohon, di bagian tengah kertas.
  2. Buatlah cabang-cabang atau kegiatan yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut.
  3. Buatlah ranting-ranting yang mempengaruhi atau berhubungan dengan cabang-cabang tersebut.

MANFAAT MIND MAP :

  1. Topik atau cabang masalah ungkapkan dalam bentuk gambar dan diberi warna menarik, demikian pula untuk sub topik atau rantingnya.
  2. Mengapa gambar ? Karena nilai “sebuah gambar adalah lebih dari seribu kata-kata”.
  3. Gambar adalah produk sisi otak kanan yang kreatif, rincian detailnya dibuat oleh sisi otak kiri yang logis analitis. Efektifitas mengingat gambar adalah 80 % (Sandy McGregor, 2005).
  4. Manfatkan peta pikiran dengan cara menempelnya di dinding, bila banyak di tempel di buku. Lihat-lihatlah secara berkala.

5. Hipnosis

  1. Hipnosis adalah adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak.
  2. Hipnosis adalah eksplorasi alam bawah sadar.
  3. Hipnosis adalah kondisi bawah sadar yang meningkat.

Jenis Hipnosis :

  1. Stage Hypnosis (hipnosis panggung);
  2. Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy;
  3. Anodyne Awareness (untuk mengurangi rasa sakit dan kecemasan);
  4. Forensic Hypnosis (untuk investigasi);
  5. Metaphysical Hypnosis (membangun kondisi rileks sangat dalam atau somnambolisme), bila diukur dengan EEG menunjukkan frekuensi gelombang otak sangat rendah.

Mitos dan pandangan yang salah :

  1. Hipnosis adalah penguasaan pikiran (karena hakekat hipnosis adalah self-hypnosis).
  2. Hipnosis merupakan praktik supranatural.
  3. Hipnosis sama dengan tidur.
  4. Hipnosis dapat digunakan untuk mengubah kepribadian.
  5. Hipnosis mengakibatkan lupa ingatan, gendam dsb.
Sumber : http://www.rosyid.info/2009/02/teknik-mengubah-pola-pikir-mindset.html
Entradas más recientes : KUMPULAN TIPS-TIPS MOTIVASI MARIO TEGUH
Entradas más antiguas : Menuju Birokrasi yang Humanis

Bagaimana Pola Pikir Berubah?

Bagaimana Pola Pikir Berubah?

Apakah pola pikir (kerangka berpikir atau mind-set)bisa berubah? Jawabannya: ya. Kerangka berpikir setiap orang sebenarnya berubah setiap hari. Setiap hari informasi diserap atau dipelajari dan sedikit banyaknya ini mempengaruhi 'mind-set' seseorang. Yang menjadi pertanyaan adalah ke arah manakah pola itu berubah?

Hanya ada dua arah perubahan mind-set: reformatif (positif) atau deformatif (negatif). Perubahan reformatif adalah perubahan mind-set yang menunjukkan tren reformatif. Ini tidak berarti bahwa perubahan itu selalu dapat dilihat dengan mata.

Kadang perubahan itu dapat dilihat orang lain, tetapi perubahan itu bisa juga dirasakan orang yang mengalami perubahan itu. Ia menyadari adanya perubahan dalam kerangka berpikirnya. Misalnya, orang yang tadinya sering mengkritik, sekarang frekuensi kritiknya berkurang atau nada kritiknya mulai berubah dari yang sarkastis menjadi sopan.

Perubahan yang deformatif adalah perubahan yang makin lama makin negatif. Ada tren perubahan yang menuju hal yang tidak baik. Misalnya, orang suka bicara, makin hari ia hanya bicara saja. Ia tidak menjalankan prinsip 'walk the talk.' Orang yang tadinya senang berdebat misalnya, sekarang ia cenderung berdebat dengan emosi yang berlebihan.

Tentu yang menarik perhatian kita adalah bagaimana agar pola pikir berubah ke arah yang reformatif? Telah disampaikan pada artikel sebelumnya bahwa pola terjadi dalam bentuk pikiran dengan self-organizing system. Informasi yang masuk ke dalam pikiran dengan sendirinya membentuk pola sesuai dengan natur informasi itu sendiri.

Pola ini makin lama makin kuat tergantung berapa sering informasi masuk ke dalam pikiran. Semakin sering informasi sejenis masuk semakin kuat pola tersebut. Informasi-informasi yang hanya sekali-sekali masuk tidak akan membuat pola yang kuat.
Namun, tidak ada informasi yang tidak terekam oleh pikiran. Semua informasi akan terekam, tapi kuat tidaknya pola tersebut tergantung dari natur pola tersebut dan frekuensi masuknya informasi tersebut.

Bagaimana kalau pola yang terbentuk adalah pola yang tidak baik? Misalnya, pola yang-sulit-diajar, pola yang-sulit-mendengar-orang-lain, pola yang- sulit-berkomunikasi, pola yang-mau-menang-sendiri, atau pola yang-tidak-mau-mendengar- nasihat, pola yang-selalu-menyalahkan-orang-lain-tanpa-bukti-yang-autentik, pola yang-selalu- menyalahkan-orang-lain-tanpa-memahami-topik-yang-sedang-dikritik, atau pola yang tidak tahan-mendengar kritik?

Salah satu persyaratan untuk perubahan pola adalah masuknya prinsip-prinsip yang bersifat universal. Artinya, orang perlu mendapat pendidikan atau pelatihan di mana lewat pendidikan atau pelatihan apapun bentuknya, kebenaran diberikan kepada pendengar atau orang yang pola pikirnya diharapkan berubah.
Dakam konteks dunia kerja, Top Management dan pekerja pada semua lini mendapat pelatihan atau pendidikan. Inilah salah satu elemen terpenting yang harus ada bila kita mengharapkan ada perubahan pola pikir dalam diri kita ataupun diri orang lain.

Itulah sebabnya, pelatihan atau pendidikan kepada pekerja atau siapa saja orang-orang yang disekitar kita harus diberikan. Hanya dengan adanya pendidikanlah ada kemungkinan perubahan 'mind-set' dalam diri seseorang.

Memberikan kebenaran kepada peserta atau orang-orang yang diharapkan mau berubah- ini baru langkah pertama saja. Ada faktor X dalam proses perubahan kerangka berpikir. Apakah faktor X ini?

Pola Pikir (Mind Setting)

1.   Sebutkan 5 (lima) contoh pola pikir yang bersumber dari keturunan:
      Jawab :
-          Anak lelaki mewarisi cara berfikir ayahnya yang egois dan pemarah.
-          Anak perempuan yang mewarisi cara berfikir ibunya yang lembut dan penuh dengan kasih.
-           Imprint → peristiwa masa lalu yang sangat membekas → bijaksana dan rajin bekerja

2.    Sebutkan 5 (lima) contoh pola pikir yang bersumber dari proses sosial.
      Jawab :
1.    Tarzan hidup dihutan → kelakuan seperti monyet.
2.    Linggkungan preman → preman
3.    Lingkungan taat beragama → soleh
4.    Bergaul dengan orang sukses → sukses
5.    Berandalan → jadi berndal

3. Pola pikir mana yang paling ideal diterapkan untuk sosok seorang PNS, dan coba sebutkan alasannya!
Jawab :
1.    Optimis → Percaya bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin.
2.    Realistis → Mengalahkan rasa takut dari hal negatif dan melihat sesuatu tanpa menggunakan emosi lalu membuat rencana kerja secara bertahap dengan penuh percaya diri.


4.    Coba anda tuliskan dalam secarik kertas ”Apa tujuan anda bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil”.
Jawab :
Tujuannya : sebagai aparatur Negara yang bertugas sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat yang baik dalam memberikan pelayanan yang adil kepada masyarakat.

5.    Apa cita-cita (target) yang ingin anda capai selama bekerja sebagai PNS?
Jawab :
-       Berusaha meningkatkan kompetensi diri
-       Berusaha bersikap realistis dan tidak rentan terhadap perubahan
-       Bekerja secara professional berdasarkan peraturan yang berlaku.

6.    Diskusikan dalam kelompok, coba anda sebutkan 10 (sepuluh) hal yang pernah anda alami/dengar/lihat tentang pola pikir Pegawai Negeri Sipil yang dianggap negatif oleh masyarakat.
Jawab :
1.    Kepekaan terhadap keluhan masyarakat dinilai rendah.
2.    Budaya KKN yang menjiwai sebagaian aparat.
3.    Terjadi arogansi pejabat dan penyalahgunaan kekuasaan.
4.    Sering terjadi penyimpangan dan kesalahan dalam kebijakan public yang berdampak luas pada masyarakat.
5.    Dalam praktek dilapangan sulit dibedakan antara ikhlas dan tidak ikhlas, jujur dan tidak jujur.
6.    Banyak aparatur yang integritas, loyalitas dan profesionalnya rendah.
7.    Sifat individualisme lebih menonjol dibandingkan dengan kebersamaan.
8.    Tidak ada sanksi yang jelas dan tegas jika pegawai melanggar hokum.
9.    Sistem seleksi yang masih kurang transparan.
10.  Banak aparatur belum memahami makna keadilan dan keterbukaan.

7.    Perubahan kesadaran berpikir aparatur pemerintah dari pola pikir Goverment menuju pola piker Governance membuat pelayanan publik lebih bersifat responsif, representatif dan responsibel. Coba diskusikan bagaimana anda bisa menghasilkan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan suara dan pilihan masyarakat.

Pelayanan publik yang berkualitas adalah memang merupakan hak setiap warga Negara. Dimana tuntutan masyarakat pada era desentralisasi terhadap pelayanan publik yang berkualitas akan semakin menguat. Oleh karena itu, kredibilitas pemerintah sangat ditentukan oleh kemampuannya mengatasi berbagai permasalahan di atas sehingga mampu menyediakan pelayanan publik yang memuaskan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
Dalam hal ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dalam membuat pelayanan yang berkualitas,diantaranya yaitu dengan meningkatkan citra positif dimata masyarakat sebagai yang dilayani, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
-       Membangun citra diri positif dalam membangun pelayanan, dan
-       Berusaha mengenal dan mengerti karakter masyarakat yang dilayani, termasuk didalamnya mengerti dan memahami apa yang diinginkan masyarakat.
Selain itu, ada beberapa hal perlu dimunculkan dalam memaksimalkan pelayanan yang berkualitas ini, diantaranya yaitu :
-       Perlu dibuat penetapan standar pelayanan sebagai salah satu komitmen penyelenggara pelayanan publik
-       Diadakan penilaian kepuasan masyarakat atas pelayanan yang telah diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik dalam menjaga kepuasan masyarakat, dan
-       Dibuat system pengaduan masyarakat sebagai salah satu upaya penyelenggara pelayanan dalam menampung aspirasi masyarakat dalam menjaga kekonsistenannya menjaga pelayanan public yang berkualitas
Selain dari itu, tak lupa juga perlu adanya dukungan dari birokrasi yang mendukung semua aktivitas penyelenggara dalam melaksanakan pelayanan public agar menjadi maksimal.

Mindset / Pola pikir

Mindset / Pola pikir

Mindset adalah pola pikir yang mempengaruhi pola kerja. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh pola pikirnya. Seseorang melakukan sesuatu karena didorong dan digerakkan oleh pola pikirnya. Jadi, kalau kita mau merubah perilaku seseorang maka pola pikirnya dulu yang harus dirubah
Apa itu mindset?
Sering kali kita mendengar kata mindset tetapi mungkin kita belum tahu apa arti mindset. Mindset sebenarnya dua kata bahsa Inggris yang digabung menjadi satu yaitu “mind” dan “set”. Mind berarti pikiran, akal, ingatan. Sedangkan “set” adalah kumpulan, perangkat. Jadi secara harafiah diartikan sebagai kumpulan atau perangkat pikiran atau akal atau ingatan. Tetapi sebenarnya maksudnya bukan seperti itu, tetapi yang saya maksud mindset disini adalah pola pikir yang mempengaruhi pola kerja.
Sebagaimana difinisi mindset diatas yaitu pola pikir yang mempengaruhi pola kerja, demikian juga Michel Jordan, dalam setiap kali pertandingan basketnya, pola kerja dia dipengaruhi oleh pola pikirnya (mindsetnya). Mindsetnya adalah bahwa dalam setiap pertandingan yang dia hadapi, dia selalu bilang kepada dirinya “ini adalah pertandingan terakhir saya, jadi saya harus bermain sebaik mungkin (I will do it my best because this is my last game!)”. Inilah yang memompa energi Jordan yang menyemangati untuk tidak mudah menyerah, kalimat ini kalau dia ucapkan lebih kuat pengaruhnya dari pada energi drink yang dia minum, kalimat ini seperti vitamin yang memberi tenaga, yang memberi stamina (daya tahan) dan ketahanan fisik (endurance) yang luar biasa seolah-olah tidak pernah kehabisan tenaga.
Manusia pada umumnya dalam melakukan sesuatu pasti lebih dulu orang tersebut karena didorong oleh pola berfikirnya. Jadi pola pikirlah yang menggerakkan, mendorong atau yang menjadi landasan mengapa seseorang melakukan sesuatu. Itulah sebabnya kalau kita hendak melarang seseorang untuk tidak melakukan suatu hal atau sebaliknya mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu maka hal pertama yang harus dipengaruhi lebih dulu adalah pola pikirnya, jalan pikirannya yang diubah dulu. Kita bisa saja melarang seseorang untuk tidak melakukan sesuatu atau mendorong seseorang melakukan sesuatu tetapi jika tanpa merubah pola pikirnya lebih dulu maka tidak akan menghasilkan suatu perubahan hasil yang permanen atau perubahan yang berarti. Kalau kita ingin merubah perilakau seseorang dengan hasil yang lebih permanen atau lebih berarti maka yang harus dipengaruhi pertama kali adalah pola pikirnya.
Sebagai contoh misalnya kalau kita punya anak yang malas belajar dan maunya hanya main terus, dan kita ingin anak kita supaya mau rajin belajar, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah merubah pola pikirnya mengapa belajar itu penting, yaitu dengan memberi nasehat bahwa kalau mau pinter, mau berhasil, mau jadi insinyur (kalau cita-citanya jadi insinyur) dll., kita harus menjabarkan syarat-syarat bagaimana menjadi seorang yang berhasil dan kalau perlu memberi contoh-contoh kepada anak kita tentang orang-orang yang sudah berhasil meraih cita-cita. Mereka yang sudah berhasil meraih cita-cita mereka sudah pasti mereka bekerja keras dan terbiasa mendisiplinkan diri dengan terus belajar dan bekerja giat guna meraih cita-citanya itu. Dengan melarang dan memarahi saja tidak cukup, itu hanya akan merubah cara kerja secara sementara. Kalau ada orang tuanya mau disiplin, mau belajat, giliran tidak dilihat oleh orang tuanya, maka kembali lagi ke kebiasaan jeleknya. Ini artinya apa? Ini artinya mindsetnya belum berubah. Ubahlah mindset maka berubahlah seseorang menjadi benar-benar seperti yang kita inginkan. Ubah pola pikirnya maka akan berubah pola kerjanya.

Demikian juga kalau kita hendak “menyemangati” karyawan kita dalam bekerja, maka hal pertama yang kita harus rubah, kita pengaruhi dalam diri karyawan kita adalah pola pikirnya. Bagaimana caranya? Misalnya, ajaklah dan libatkan dalam membahas suatu planning dalam bidangnya (departemennya) dan diskusikanlah bersama, libatkanlah dalam menganalisa baik-buruknya, untung ruginya, kuat dan lemahnya (strong-point dan weak point) dari rencana kerja yang telah disusun bersama tersebut. Ajaklah juga menganalisa bagaimana mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Ini akan mempengaruhi secara tidak langsung pola pikirnya yang nantinya akan berpengaruh pada pola kerjanya. Kenapa? karena karyawan kita tahu rencana yang susun, dia merasa ikut “memiliki” dihargai idenya, logika berfikirnya dll. Pola pikir berubah… pola kerja berubah!

Pendek kata pola pikirnya yang dipengaruhi dulu, maka perilaku pasti berubah. Pola pikirnya berubah, maka pola kerja juga berubah. Pasti bisa!

Ta`lim Muta`alim Tiga Perkara

Ta`lim Muta`alim Tiga Perkara

فَيَنْـبَغِى لِلْإِنْسَانِ أَنْ لاَيَغْفُلَ عَنْ نَفْسِهِ ، مَا يَنْفَعُهَا وَما يَضُرُّهَا ، فِى أُوْلَهَا وَآُخْرَهَا ، فَيَسْتَجْلِبُ مَا يَنْفَعُهَا وَيَجْتَنِبُ مَا يَضُرُّهَا ، كَيلاَيَكُوْنَ عَقْلُهُ وَعِلْمُهُ حُجَّةً عَلَيْهِ ، فَيَزْدَادَ عُقُوْبَةً ، نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ سُخْطِهِ وَعِقَابِهِ
Dalam Kitab Ta`lim Muta`alim dijelaskan bahwa sangat penting bagi setiap manusia untuk menjalankan tiga perkara, sehingga diharapkan apabila mampu menjalankanya Insya Alloh dalam diri kita akan tertanam satu kepribadian yang selau mengejar sesuatu yang dapat memberi manfaat buat dirinya dan menjauhi perkara yang memberikan madhorot buat dirinya serta semua ilmu yang didapatkannya tidak akan jadi dalil atau hujjah yang dapat mencelakakan dirinya. Amin.
Adapun tiga perkara tersebut seperti yang dijelaskan dalam Kitab Ta`lim Muta`alim, adalah:
1. Jangan Lupa Terhadap Diri Sendiri
وَ لا تَكُونُوا كَالَّذينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْساهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولئِكَ هُمُ الْفاسِقُونَ
Dan janganlah keadaan kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah, lalu Allah pun membuatnya lupa kepada dirinya sendiri; itulah orang-orang yang fasik. (QS Al Hasyr 19)
Artinya menurut tafsir dari Ibnu Katsir ialah; “Janganlah kamu lupa mengingat kepada Allah, atau zikir. Karena bila kamu telah lupa mengingat Allah, Allah pun akan membuat lupa apa-apa yang patut dikerjakan untuk kepentingan dirimu sendiri, yang akan membawa manfaat bagimu di akhir kelak kemudian hari.
Ibnul Qayyim menulis tentang Tafsir ayat ini dalam kitabnya “Darus Sa`adah” (Negeri Bahagia); “Perhatikan ayat ini, niscaya akan engkau dapati di dalamnya arti yang sangat mulia dan dalam. Yaitu bahwa barangsiapa yang lupa kepada Tuhannya, Tuhan akan membuatnya lupa kepada dirinya sendiri, sehingga dia tidak mengenal lagi siapa sebenamya dirinya dan apa yang perlu untuk kebahagiaan dirinya. Bahkan dia pun akan dibuat lupa apa jalan hidup yang akan ditempuhnya untuk kebahagiaan dirinya sendiri baik untuk ke¬hidupan dunia sekarang atau kehidupan akhirat kelak, sehingga dia hidup dalam kekosongan dan hampa, sama saja dengan binatang ternak yang dihalau-halau.
Bahkan kadang-kadang binatang ternak itu lebih tahu apa yang baik untuk memelihara hidupnya dengan petunjuk naluri yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. Tetapi manusia yang telah lupa diri ini, dia telah keluar dari garis fihratnya, yang dengan itu dia diciptakan. Dia telah lupa kepada Tuhannya, maka dia dibuat lupa oleh Tuhan kepada dirinya sendiri sehingga dia tidak ingat lagi bagaimana supaya diri itu mencapai kesempumaan dan bagaimana agar dia bersih, bagaimana supaya dia mencapai bahagian kini dan esok.
Di ujung ayat dijelaskanlah bagaimana kedudukan orang itu dalam pandangan Alloh SWT;
أُولئِكَ هُمُ الْفاسِقُونَ
“Itulah orang-orang yang fasik.” (ujung ayat.19).
Yaitu bahwa perjalanan hidupnya tidak melalui aturan, sebab itu kucar-kacir dan celaka terus.
2. Jangan Lupa Terhadap Perkara yang Memberi Manfaat Di dunia dan Akhirat Buat Dirinya.
Hadits Rosululloh SAW:
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ , وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ , وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ , وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغُلِكَ , وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
Gunakan lima perkara sebelum datang lima perkara : Gunakanlah masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum miskinmu, masa lapangmu sebelum datang masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum datang matimu.” ( HR. Muslim, Tirmidzi dari Amru bin Maimun)
3. Jangan Lupa Terhadap Perkara yang Memberi Madharat Di dunia dan Akhirat Buat Dirinya.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
Dari Abu Hurairah radhiallahunhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya. (Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya)
Ada sepuluh perkara yang tidak membawa manfaat sama sekali:
  1. Ilmu yang tidak di amalkan
  2. Amal yang tidak ikhlas
  3. Harta yang tidak di tujukan utnuk Akhirat
  4. Hati yang tidak mencintai Alloh
  5. Badan yang tidak taat dan tidak mengabdi kepada-Nya
  6. Pemikiran yang berputar-putar pada sesuatu yang tidak bermanfaat
  7. Kecintaan yang tidak di ridhai Alloh dan tidak menjalankan perintah-Nya
  8. Waktu yang terbuang, yang tidak digunakan untuk mengetahui Alloh dan mendekatkan diri kepada-Nya
  9. Pengabdian yang tidak mendekatkan diri kepada-Nya, tidak juga mendatangkan kemaslahatan bagi dunia
  10. Rasa takut dan berharap kepada orang. Padahal nasib orang itu ada di tangan Alloh. Orang itu sendiri tidak memiliki untuk dirinya bahaya, manfaat, kematian dan kehidupan kecuali dengan izin Alloh.
(Ibnu Qoyyim Al Jauziyah dalam Al Fawa’id)

Selasa, 10 Desember 2013

Kesempurnaan Iman

Kesempurnaan Iman

الحمد لله, الحمد لله الذى خلق الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله.  اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين. اما بعد
فياأيهاالحاضرون اتقوالله, اتقوالله حق تقاته ولاتموتن الا وانتم مسلمون
Hadirin jama’ah jum’ah yang berbahagia
Saya berwasiat kepada diri sendiri dan jama’ah sekalian untuk senantiasa betaqwa kepada Allah, dengan taqwa yang sebenar-benarnya. Marilah kita beryukur kepada Allah atas segala rahmat dan karunia yang dilimpahkan kepada kita. Terutama ni’mat iman yang mampu mendorong kita semua beristiqomah mengabdi dan menjalankan jama’ah jum’ah yang penuh berkah ini. Mengapa demikian, karena iman harus menjadi landasan segala amal perbuatan dan perilaku kita. Allah tidak menerima segala bentuk amal perbuatan yang tidak didasari dengan keimanan

Hadirin jama’ah jum’ah rohimakumullah

Iman dan ibadah ibarat benih dan buahnya. Benih yang bagus harus dapat menumbuhkan pohon dengan kwalitas buah yang terjamin. Dan begitu juga sebaliknya, buah yang berkwalitas akan mampu menjadi benih di masa mendatang. Daur ulang kedua inilah yang nantinya akan menaikkan kwalitas keduanya.
Dengan peningkatan yang berkesinambungan antara iman dan ibadah ini secara bertahap akan mampu menaikkan derajat ketaqwaan kita kepada Allah sehingga, kita menjadi seorang mukmin yang sempurna. Iman semacam inilah yang kita harapkan mampu meredusir keinginan dan syahwat serta maksiat, sehingga ketaatan kita kepaa Allah semakin mantap.  Ketika kita merasa yakin kepada Allah swt, maka kepasrahan kita kepada-Nya akan semakin total. Pada saat inilah kita mencapai pada satu tingkat yang disebut para sufi dengan ketakukan (khauf) dan harapan (raja’) seperti yang tergambarkan dalam surat al-Anfal ayat 2

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
Hadirin jama’ah jum’ah yang mulia
Dari keterangan ayat di atas kita dapat menyimpulkan bahwa tawakkal  merupakan syarat menjadi mukmin yang sempurna. Seorang mukmin yang dalam hatinya tidak tebersit kekhawatiran menghadapi dunia dan segala kekurangannya, sehingga yang tertinggal dalam hatinya adalah timbunan keikhlasan,  dan kepasrahan. Modal inilah yang membuat seseorang rajin taat beribadah, sholat, zakat, puasa, bersedekah dan beribadah lainnya. Bentuk ibadah formal seperti ini merupakan cerminan tingkat ketaqwaan seseorang.
Model iman seperti inilah yang mampu menghantarkan kita selalu ingat kepada Allah swt (Dzikrullah). Sehingga semua amal perbuatan hanya kita sandarkan kepada Allah swt semata. Dzikir seperti inilah yang dijanjikan oleh Allah kepada manusia akan derajat yang mulia. Baik di mata manusia maupun di mata-Nya. Bisa saja derajat itu diberikan ketika masih hidup, ataupun kelak ketika janntun naim. Seperti yang termaktub dalam al-Qur’an
أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقّاً لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيم
tulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (ni'mat) yang mulia.
Jama’ah jum’ah yang dimuliakan Allah
Rasa-rasanya sudah banyak rahmat yang telah dilimpahka oleh Allah kepada kita. Pernah kita menghitung berapa kali nafas kita hembuskan? Berapa kali kita mendapat kebahagiaan? Berapa kali kita terselamatkan? Andaikan Allah menghendaki yang lain, masihkah kita dapat berkumpul disini? Andaikan Allah menghentikan kerja pernafasan kita beberapa menit, apa yang terjadi? Pernah kita berpeikir untuk berterimakasih kepadanya?
Nah, jika demikian bukankah sudah sewajarnya kita mengabdi kepada-Nya, kita menyembahnya setulus hati, bukankah hanya Allah yang mampu memberikan kebahagiaan yang selama ini kita nikmati? Anak, istri, keluarga, semuanya adalah dari-Nya. mengapa kita masih menuntut surga untuk mengabdi kepada-Nya. itulah kita manusia. Selalu merasa kurang dan lupa. Iman yang kuat akan melestariakn ingatan kita kepada-Nya. ingatan yang tidak terbatas dengan ruang dan waktu tertentu. Inilah zikrullah yang hakiki.

Jama’ah rohimakumullah
Ingatlah bahwa Allah telah memberikan begitu banyak rahmat kepada kita, mengapa kita masih sering merasa enggan mengabdi kepada-Nya? Semoga khutbah ini bermanfaat bagi kita semua. amin

بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Minggu, 04 Agustus 2013

KHUTBAH IDUL FITHRI 14.....

Khutbah I (kesatu)

بسم الله الرحمن الرحيم

الله أكبر –9
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا . لااله إلا الله وحده . صدق وعده. ونصر عبده. وأعزجنده وهزم الأحزاب وحده . لااله إلا الله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون

الحمد لله , الحمد لله رب العلمين , والصلاة والسلام على المبعوث رحمة للعالمين, وعلى آله وصحبه حملة لواء الدين , وانجم الهداية للمقتدين والواصلين
اشهد أن لا اله إلا الله وحده لا شريك له الملك الحق المبين . واشهد أن محمد عبده ورسوله النور المبين والسراج المنيرخاتم النبيين.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله واصحبه وأزواجه وذرياته ومن تبعهم إلى يوم الدين

أما بعد : فيا إخوان الكرام , اتقوا الله تعالى فقد فاز المتقون.
قال الله تعالى في القران الكريم : قد أفلح من تزكى وذكر اسم ربه فصلى . بل تؤثرون الحياة الدنيا والآخرة خير وأبقى

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا(1)لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا(2)وَيَنْصُرَك

َ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا(3)هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walilla-hil hamd. Ma’a-syiral Muslimi-na Rahimakumulla-h.
Setelah orang-orang beriman menunaikan kuwajiban ibadah puasa selama tiga puluh hari penuh di bulan suci Ramadhan, setelah mereka menyempurnakan keberkahan bulan itu dengan ibadah tambahan, seperti shalat tarawih dan tadarus, dan setelah mereka menutup penghujung bulan itu dengan menunaikan shadaqoh dan zakat fitrah dengan ihlas sehingga diterima di sisi Allah dengan peneriman yang baik, maka pada tanggal 1 (satu) syawal anak Adam kembali kepada fitrahnya.
Hari ini idul fitri. Sejak kemarin sore hingga semalaman dan sampai fajar pagi, dari segala penjuru belahan bumi, kalimat takbir, tahmid dan tahlil dikumandangkan bersama-sama. Bertalu-talu menghentak rongga dada dan merontokkan isinya. Mengguncang suasana, memeras hati dan menguras air mata. Menghidupkan hati mati, menggugah yang malas, mengingatkan yang lupa. Sedih menjadi gembira, derita dan nestapa menjelma bahagia. Yang keras dan kasar menjadi lentur, dendam dan iri dilupakan, dosa dan salah dimaafkan. Semua itu melebur menjadi kenikmatan azali, menyatu mengikuti irama syahdu silih berganti. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walilla-hil hamd.
Sungguh Maha Besar Allah dengan segala ciptaan dan kekuasaan-Nya meski sekalipun tidak pernah ditakbirkan oleh siapa-siapa. Sungguh Allah tidak butuh dengan segala takbir itu. Akan tetapi di saat yang sangat bahagia ini agar Allah dirasa Besar di dalam dada hamba-Nya. Di dalam hati orang beriman yang telah melaksanakan tazkiyah sebulan penuh di bulan suci Ramadhan.
Dengan tazkiyah itu orang beriman membakar dosa dan kesalahan dengan api lapar dan dahaga. Menyepuh karakter yang berkarat dengan bara penyesalan dan taubatan nasuha. Memadamkan api amarah dan dendam dengan salju pengampunan. Mengosongkan rongga dada dari sifat sombong dan angkaramurka dengan tarawih dan tadarus malam. Selanjutnya, menjelang bulan Syawal (bulan peningkatan) tiba, di malam itu, mereka memancarkan kasih sayang dan pengampunan dengan shadaqah dan zakat fitrah.
Ketika hati telah menjadi putih bersih, kembali kepada fitrahnya, maka takbir disemaikan di dalamnya, agar Allah benar-benar Maha Besar di sana sehingga dunia dan isinya menjadi terasa kecil dan tidak mengusik lagi meski orang-orang beriman itu terpaksa harus bergelimang dengannya sepanjang tahun.
Paginya, di masjid yang mulia ini, dengan seluruh pemilikan yang ada, baik ucapan perbuatan maupun rasa, bersama seluruh keluarga dan handai taulan, hamba-hamba yang rindu kepada Junjungannya itu bersama-sama melebur menjadi satu. Larut dalam satu rasa dan nuansa. Menyatukan perasaan menghadap kepada-Nya untuk melahirkan kebesaran itu. Melahirkan rasa syukur, bahwa dengan Kebesaran itu, kali ini mereka mampu membesarkan-Nya.
Bahkan sejak sebulan penuh selama bulan Ramadhan. Dengan puasa maupun qiyamullail serta tadarusnya, mereka telah berusaha memasukkan Kebesaran itu di dalam hidupnya, di dalam jiwanya, dengan harapan, semoga yang sudah dilaksanakan itu diterima di sisi-Nya. Selanjutnya, semoga segala yang hina dimuliakan, segala yang rusak diperbaiki, segala yang kurang ditambahkan, yang sakit disembuhkan, yang sembuh disehatkan dan yang sehat dikuatkan demi Kebesaran-Nya yang abadi.
Itulah Idul Fitri, artinya kembali kepada Fitrah. Manusia telah kembali kepada asalnya, Kembali suci bersih, Kembali tidak punya dosa sehingga karakter mereka menjadi jernih. Karakter manusia telah kembali bersih dari hasut dan sombong, dari riya’ dan dengki sebagaimana pertama kali mereka dilahirkan oleh ibunya.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walilla-hil hamd. Ma’a-syiral Muslimi-na Rahimakumulla-h.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mem¬persekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”. (QS.An-Nisa’(4);48).
Selain dosa syirik, terhadap orang-orang yang dikehendaki, Allah Maha Penerima taubat dan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Rahmat Allah jauh lebih besar dibandingakan dosa-dosa hamba-Nya meskipun juga, tiada dosa kecilpun yang akan terlepas dari keadilan-Nya. Allah merasa sangat gembira kepada seorang hamba yang mau bertaubat. Allah bahkan lebih bergembira dengan taubat hamba-Nya dibandingkan gembiranya orang yang menemukan untanya kembali setelah beberapa saat hilang. Unta itu pergi dengan membawa perbekalan makan dan minum di dalam perjalanan di kawasan yang tandus dan kering. Di saat musafir padang pasir itu beristirahat, diam-diam untanya meninggalkan dirinya dengan membawa seluruh perbekalan. Setelah dia mencari unta itu kesana kemari dengan susah payah dan tidak berhasil menemukan, dalam keadaan sangat lapar dan haus, dia berteduh di bawah pohon dengan penuh putus asa. Dia hanya dapat menunggu saat kematian datang sambil berbaring di atas akar pohon tersebut.
Dalam keadaaan seperti itu tiba-tiba unta yang dicari itu datang dengan seluruh perbekalan masih utuh. Lalu dia memegangi tali kekang unta itu sambil berkata dengan tanpa sadar atas kesangatan gembira yang dirasakan: “Ya Allah! Engkau adalah hambaku dan aku adalah tuhan-Mu”. Allah lebih bergembira dengan taubat hamba-Nya dibandingkan kegembiraan orang tersebut. Rasulullah SAW meriwayatkan peristiwa itu denan sabdanya :
حَدِيثُ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يَتُوبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضِ فَلَاةٍ فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَأَيِسَ مِنْهَا فَأَتَى شَجَرَةً فَاضْطَجَعَ فِي ظِلِّهَا قَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَبَيْنَا هُوَ كَذَلِكَ إِذَا هُوَ بِهَا قَائِمَةً عِنْدَهُ فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ اللَّهُمَّ أَنْتَ عَبْدِي وَأَنَا رَبُّكَ أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: Allah SWT lebih merasa gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kamu di saat di dalam perjalanan di kawasan tandus (kering kerontang). Ketika berhenti beristirahat kemudian untanya berjalan perlahan-perlahan meninggalkannya sambil membawa perbekalan makanan dan minuman. Setelah dia mencari kesana-kemari dengan susah payah kemudian bernaung di bawah keteduhan bayang-bayang pohon serta berbaring di atas pokok akar dengan penuh rasa putus asa, dalam keadaaan yang demikian kemudian dengan tiba-tiba unta yang dicarinya muncul di sisinya. Dia terus memegang tali unta itu. Kemudian berkata dengan tanpa sadar atas kesangatan gembira yang dirasakannya: “Ya Allah! Engkau hambaku dan aku tuhan-Mu”. Karena ingatannya diputus oleh rasa kegembiraannya.
1. Riwayat Bukhari di dalam Kitab Doa hadits nomor 5834.
2. Riwayat Muslim di dalam Kitab Taubat hadits nomor 4932.(CD. al-Bayan)
Di dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda:
حَدِيثُ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا فَسَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ فَأَتَاهُ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ فَقَالَ لَا فَقَتَلَهُ فَكَمَّلَ بِهِ مِائَةً ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ فَقَالَ نَعَمْ وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ انْطَلِقْ إِلَى أَرْضِ كَذَا وَكَذَا فَإِنَّ بِهَا أُنَاسًا يَعْبُدُونَ اللَّهَ فَاعْبُدِ اللَّهَ مَعَهُمْ وَلَا تَرْجِعْ إِلَى أَرْضِكَ فَإِنَّهَا أَرْضُ سَوْءٍ فَانْطَلَقَ حَتَّى إِذَا نَصَفَ الطَّرِيقَ أَتَاهُ الْمَوْتُ فَاخْتَصَمَتْ فِيهِ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلَائِكَةُ الْعَذَابِ فَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ جَاءَ تَائِبًا مُقْبِلًا بِقَلْبِهِ إِلَى اللَّهِ وَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الْعَذَابِ إِنَّهُ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ فَأَتَاهُمْ مَلَكٌ فِي صُورَةِ آدَمِيٍّ فَجَعَلُوهُ بَيْنَهُمْ فَقَالَ قِيسُوا مَا بَيْنَ الْأَرْضَيْنِ فَإِلَى أَيَّتِهِمَا كَانَ أَدْنَى فَهُوَ لَهُ فَقَاسُوهُ فَوَجَدُوهُ أَدْنَى إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي أَرَادَ فَقَبَضَتْهُ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ
Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri RA berkata: Nabi SAW bersabda: Seorang lelaki dari kalangan ummat sebelum kamu telah membunuh sebanyak sembilan puluh sembilan orang, lalu dia mencari seorang yang paling ‘alim di daerah itu. Setelah ditunjukkan kepadanya seorang pendeta, dia datang menjumpai pendeta tersebut dan berkata: Aku telah membunuh sebanyak sembilan puluh sembilan orang, adakah taubatku bisa diterima? Pendeta itu menjawab: Tidak. Mendengar jawaban seperti itu, langsung saja pendeta itu dibunuhnya, maka genaplah seratus orang yang telah dibunuhnya. Tanpa putus asa dia mencari lagi seseorang yang paling ‘alim. Setelah ditunjukkan kepadanya seorang Ulama, dia menjumpai Ulama tersebut dan berkata: Aku telah membunuh sebanyak seratus orang. Adakah taubatku masih bisa diterima? Ulama itu menjawab: Ya! Siapakah yang dapat menghalangi kamu untuk bertaubat? Pergilah ke negeri si fulan, karena di sana banyak orang yang beribadah kepada Allah. Beribadahlah kepada Allah bersama mereka dan jangan pulang ke negerimu, karena lingkungan di negerimu sangat jelek.
Lelaki itu berangkat menuju tempat yang ditunjukkan. Ketika berada di pertengahan perjalanan tiba-tiba dia mati, kematian itu menyebabkan Malaikat Rahmat dan Malaikat Azab bertengkar. Malaikat Rahmat berkata: Dia datang dalam keadaan bertaubat dan menghadapkan hatinya kepada Allah, sedangkan Malaikat Azab berkata: Dia belum melakukan suatu kebaikanpun. Lalu Malaikat yang lain datang dalam keadaan ujud manusia dan melerai mereka sambil berkata: Ukurlah jarak di antara kedua tempat. Mana yang lebih dekat itulah tempatnya. Lantas mereka mengukurnya. Ternyata mereka dapati lelaki tersebut lebih dekat kepada negeri yang ditujunya. Akhirnya dia diambil oleh Malaikat Rahmat
1. Riwayat Bukhari di dalam Kitab Cerita-cerita Para Nabi hadits nomor 3211.
2. Riwayat Muslim di dalam Kitab Taubat hadits nomor 4167.(CD.al-Bayan)
Taubat yang dilakukan seorang hamba harus dimulai dari hati. Orang yang bertaubat harus sadar akan dosa-dosa yang sudah diperbuat dan menyesali lalu ditindaklanjuti dengan amal sholeh. Dalam arti meninggalkan segala kejelekan yang pernah dilakukan dan menggantinya dengan amal ibadah dan pengabdian yang hakiki. Disamping itu, supaya taubat tersebut bisa dilaksanakan dengan benar, orang yang bertaubat harus mendapat bimbingan guru ahlinya. Hal itu diisyaratkan Nabi SAW dalam sabdanya di atas; “Laki-laki tersebut bertanya kepada orang-orang yang paling ‘alim di negerinya”.
Ketika taubat sudah dilakukan sunguh-sungguh, meski taubat itu baru dilakukan pada tahap awal. Bahkan sebelum orang yang bertaubat itu selesai melaksanakan taubatnya, orang itu mati di tengah perjalanan, ternyata taubatnya diterima di sisi Allah, padahal orang itu bertaubat dari dosa membunuh seratus orang. Itu menunjukkan, betapa rahmat Allah jauh lebih besar dibandingakan dosa-dosa hamba-Nya, namun tentunya, asal seorang hamba bersungguh-sungguh dalam melaksanakan taubat kepada-Nya.
Hadits tersebut merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi hamba Allah yang beriman. Tuntunan yang diajarkan Allah melalui rasul-Nya. Orang beriman tidak harus putus asa terhadap dosa-dosa yang sudah mereka perbuat. Sebesar apapun dosa itu, asal bukan dosa syirik, manakala mereka bersungguh-sungguh bertaubat, niscaya Allah akan mengampuninya.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walilla-hil hamd. Ma’a-syiral Muslimi-na Rahimakumulla-h.
Berikut ini Kisah “Dahyah Al-Kalbi” salah satu raja suku bangsa Arab yang masuk islam di hadapan Baginda Nabi SAW dengan seluruh anggota keluarganya.
Diceritakan bahwa Rasulullah SAW menyukai Islamnya Dahyah al-Kalbi. Karena dia masuk islam bersama 600 anggota keluarganya di hadapan Nabi. Suatu saat Rasulullah SAW berdoa: “Ya Allah masukkanlah Dahyah al-Kalbi ke dalam Islam”. Saat Dahyah menginginkan masuk Islam Allah mewahyukannya kepada Nabi SAW setelah salat subuh. “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah mengirimmu salam dan berfirman bahwa Dahyah akan menemuimu sekarang”.
Hati para sahabat diliputi rasa takut terhadap Dahyah pada masa Jahiliyah. Saat Sahabat mendengar berita tersebut, mereka tidak menginginkan Dahyah berada di tengah-tengah mereka. Rasulullah SAW mengetahuinya, beliau ingin menunjukkan kedudukan Dahyah. Rasulullah SAW tidak ingin bila Dahyah masuk Islam, lalu diperbincangkan dan dilemahkan hatinya. Karenanya, saat Dahyah masuk masjid, Nabi SAW mengangkat sorban dari punggungnya kemudian menghamparkan ke bumi dihadapannya sambil berkata, “Dahyah kemarilah”, Nabi SAW menunjuk kepada sorban itu.
Dahyah menangis melihat kemuliaan akhlak Rasulullah SAW tersebut. Dia mengangkat sorban Nabi, mencium dan meletakkan di atas kepala dan matanya. Dia berkata, “Apakah persyaratan masuk Islam? Terangkan kepadaku,” Rasulullah SAW bersabda, “Pertama kali hendaklah engkau membaca “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah”. Lalu Dahyah mengucapkan syahadat sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya, “Apakah arti tangisan ini padahal engkau telah dikaruniai Islam?” dia menjawab, “Sungguh aku telah melakukan dosa sangat besar, tanyakan kepada Tuhanmu apakah tebusannya? Bila Dia memerintahkan aku membunuh diriku, niscaya aku lakukan. Bila memerintahkan untuk mengeluarkan semua hartaku niscaya akan aku tunaikan”
Rasulullah SAW bertanya, “Apakah kesalahanmu wahai Dahyah?” Dahyah menjawab. “Aku adalah salah seorang raja bangsa Arab dan aku tidak ingin anak-anak perempuanku bersuami, hingga aku telah membunuh 70 anak perempuanku dengan tanganku sendiri.” Nabi SAW bingung mendengar cerita itu sehingga malaikat Jibril turun dan berkata: “Wahai Muhammad, sungguh Allah telah mengucapkan salam buatmu dan berkata kepada Dahyah, “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, ketika engkau mengatakan ”Tiada Tuhan selain Allah,” Aku telah mengampuni dosa kafir dan kejahatanmu selama 60 tahun, bagaimana Aku tidak mengampuni dosamu yang akibat membunuh anak-anakmu itu ? “
Nabi SAW dan para sahabat menangis. Nabi SAW bersabda: “Ya Allah, Engkau telah mengampuni Dahyah yang telah membunuh 70 anaknya sendiri dengan hanya membaca syahadat sekali, maka bagaimana Engkau tidak mengampuni dosa orang-orang beriman yang setiap hari membaca syahadat dan berkata benar serta ikhlas. ( Hikayat Ash-Shufiyah. Muhammad Abu al-Yusr Abidin)
Dosa Dahyah adalah dosa yang dilakukan sebelum Islam. Meski dengan kejahatan selama 60 tahun, dosa tersebut dapat terhapus hanya dengan sekali membaca dua kalimat syahadat. Berbeda dengan dosa yang dilakukan oleh orang beriman, terlebih jika mereka sengaja melakukannya. Dosa yang sengaja dilakukan itu tidak cukup dapat dihapus dengan membaca kalimat syahadat saja, meski dua kalimat syahadat itu dibaca berulang-ulang pada setiap mereka melaksanakan sholat. Dosa tersebut harus ditaubati dengan sungguh-sungguh, sampai Allah benar-benar mengampuninya. Namun demikian orang beriman tidak boleh putus asa terhadap rahmat Allah, meskipun dosanya lebih besar dari gunung Uhud, rahmat Allah jauh lebih besar lagi. Allah berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang(QS.Az-Zumar(39);53).
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walilla-hil hamd. Ma’a-syiral Muslimi-na Rahimakumulla-h.
Bulan suci Ramadhan dengan segala keutamaannya, baik rahmat, magfirah dan kebebasan dari neraka, hendaknya dapat kita jadikan momentum. Dengan ibadah utama itu menjadikan dosa-dosa orang beriman diampuni sehingga mereka menjadi orang yang bertakwa. Dalam kaitan ini maka kita bisa menambil kesimpulan: Yang dimaksud Hari Idul Fitri bukan hanya dengan memakai pakaian baru, makan yang baik-baik, memakai perhiasan yang indah-indah, bersenang-senang dengan keni’matan dan memperturutkan nafsu syahwat. Idul Fitri adalah menampakkan tanda diterimanya ta’at, dihapusnya dosa dan kesalahan, digantinya kejelekan dengan kebaikan, melahirkan kegembiraan dengan diangkatnya tingkat derajat dan kemulyaan di sisi Allah Ta’ala, lapangnya dada dengan Nur iman dan Ma’rifatullah, tenangnya hati dengan yakin dan dengan apa lagi yang munculnya oleh tanda-tanda yang lain, yakni memancarnya samudera ilmu dari hati melalui lisan dan ucapan berupa untaian kata-kata bijak dan kata-kata mutiara serta puisi dan sastra.
Hal tersebut sebagaimana yang pernah terjadi dari peristiwa seorang laki-laki ketika bertamu ke Rumah kediaman Imam Ali RA. pada hari Id. Dijumpainya Imam Ali RA. sedang makan tepung gandum kasar. Laki-laki itu bertanya: Hari ini adalah hari raya, mengapa Anda makan tepung gandum yang kasar ini?. Imam Ali RA. menjawab: Hari raya Idul Fitri adalah hari raya bagi orang yang puasanya diterima di sisi Allah, perjuangannya di sampaikan dan dosanya diampuni. Maka hari ini bagi kita hari raya, besuk juga hari raya, dan setiap hari dimana kita tidak berbuat ma’shiat berarti hari raya. Maka sayogyanya bagi orang berakal tidak memandang hari raya Id dengan pandangan dan penilaian yang lahir saja, tetapi juga yang batin dengan kaca mata tafakkur dan i’tibar. (Al-Ghunyah. 2/22)

قال الله تعالى وبقوله يهتدي المهتدون . وإذا قرء القرآن فاستمعوا له وأنصتوا لعلكم ترحمون : لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم . ثم رددناه أسفل سافلين . إلا الذين آمنوا وعملوا الصالحات فلهم أجر غير ممنون
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم . ونفعني وأياكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم . وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم
وقل رب اغفر وارحم وأنت حير الراحمين
Khutbah II (kedua)
الله أكبر –9 الله أكبر ولله الحمد
الحمد لله , الحمد لله الذى جعل الدين رباطا متينا بين قلوب المؤمنين . وامربالاتحاد والتعاون ونهى عن التفرق والتنازع فى كتابه المبين
اشهد أن لا اله إلا الله القوى المتين . واشهد أن محمد عبده ورسوله ذوالقلب الرحيم والخلق العظيم وسيد الأنبياء والمرسلين
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وأزواجه وذرياته الذين طابت نفوسهم وصغت قلوبهم فكانوا هم السادة المنصورين
أما بعد : فيا إخوان الكرام , اتقوا الله تعالى فقد فاز المتقون
قال الله تعالى : لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ(4)ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ(5)إِلَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ(6)
وقال أيضا : إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللهم صلى على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد كما صليت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم وبارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد كما باركت على سيدنا إبرهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد.
اللهم ارضى عن الخلفاء الراشدين امراء المؤمنين سادتنا أبي بكر وعمر وعثمان وعلي رضي الله عنهم وعن بقية الصحابت أجمعين وعنا معهم برحمتك يا أرحم الراحمين .
اللهم إغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحيآء منهم والأموات . إنك سميع قريب مجيب الدعوات وقاضي الحاجات
اللهم كما أنعمت علينا بالاسلام فزدنا منه ……..
اللهم حسن إيماننا بالتوفيق وزين سرائرن بالتحقيق
ربنا آتنا فى الدنيا حسنة ………
عباد الله , إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ فأذكروا الله أذكركم وأشكروه على نعمه يزدكم وأسئلوه من فضله يؤتكم . ولذكرالله أكبر